Langsung ke konten
Nasional

TEROR VIDEO CALL DARI PONSEL WILI MBUIK! Keluarga di Rote Ndao Syok, Pelaku Ancam dan Ejek

Redaksi Jentera 4 menit baca 35 views
TEROR VIDEO CALL DARI PONSEL WILI MBUIK! Keluarga di Rote Ndao Syok, Pelaku Ancam dan Ejek
Viral video call dari HP korban penembakan ASN Jayawijaya! Keluarga Wili Mbuik diteror, pelaku ejek dan ungkap motif Papua merdeka.

JAYAWIJAYA, Jenterarakyat.com – Rekaman video call yang diduga dilakukan menggunakan ponsel milik salah satu korban penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang diduga sebagai pelaku tampak mengejek keluarga korban hingga mengungkap alasan penembakan yang dikaitkan dengan perjuangan Papua merdeka .

Video tersebut beredar melalui akun Facebook Efendi Hartoyo Muda. Dalam rekaman, wajah seorang pria terlihat jelas sedang melakukan panggilan video dengan pihak keluarga korban. Percakapan berlangsung panas, dan pria tersebut bahkan terlihat mengacungkan jari tengah sambil tertawa dan mengatakan:

"F*ck you, hahaha."

Baca Juga
Usai Viral Disebut 18 Tahun Tak Tersentuh Renovasi, SDN Mboeng di NTT Kini Direvitalisasi

Usai Viral Disebut 18 Tahun Tak Tersentuh Renovasi, SDN Mboeng di NTT Kini Direvitalisasi

Nasional

Keluarga korban kemudian memperingatkan bahwa akan ada orang yang mencarinya.

"Nanti ada orang cari kau."

Namun pria tersebut justru merespons dengan nada mengejek.

Baca Juga
Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten

Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten

Nasional

"Baru sudah makan? Mau tambah-tambah, mau tambah?"

Percakapan kemudian berlanjut ketika keluarga korban menyampaikan bahwa perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

"Perbuatanmu akan kau pertanggungjawabkan di surga," kata pihak keluarga .

Baca Juga
DOKTER KAREN KURNIA: "KITA LIHAT DARI KEJAUHAN KOBARAN API, TERNYATA GUNUNG AWU KEBakaran!"

DOKTER KAREN KURNIA: "KITA LIHAT DARI KEJAUHAN KOBARAN API, TERNYATA GUNUNG AWU KEBakaran!"

Nasional

Bawa Nama Presiden Prabowo dan Diduga Ungkap Motif

Dalam percakapan tersebut, pria yang diduga sebagai pelaku juga sempat membawa nama Presiden Prabowo Subianto.

"Suruh Presiden kah, siapa itu Prabowo, tanggung jawabkan. Kita ini tidak ada masalah," ucapnya .

Keluarga korban kemudian mempertanyakan alasan anak mereka ditembak.

"Anak saya masalah apa kau bunuh, kau tembak?"

Jawaban yang muncul setelah pertanyaan tersebut menjadi salah satu bagian paling mengejutkan dalam rekaman. Pria tersebut diduga menjawab:

"Itu kan supaya ada pengakuan untuk Papua merdeka."

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena mengaitkan penembakan dengan perjuangan untuk memperoleh "pengakuan untuk Papua merdeka". Jika rekaman tersebut nantinya terbukti autentik dan pria yang terlihat di dalamnya benar merupakan pelaku, percakapan tersebut berpotensi menjadi petunjuk bagi aparat dalam mengungkap motif penembakan tiga ASN tersebut .

Kronologi: HP Korban Dirampas dan Digunakan untuk Teror

Tante kandung Wili Mbuik, Selfi Mbuik, mengatakan telepon genggam milik Wili diambil setelah korban ditembak. Menurut Selfi, para pelaku kemudian membuka aplikasi WhatsApp yang terdapat di dalam ponsel tersebut. Mereka disebut mencari nomor anggota keluarga Wili yang berada di Rote Ndao .

Dari ponsel korban, para pelaku kemudian diduga melakukan panggilan video kepada Minto Mbuik, kakak kandung Wili.

"Setelah mereka tembak anak kami sampai meninggal, mereka lalu ambil HP. Mereka buka WhatsApp dan nomor telepon keluarga di Rote," kata Selfi .

Paman korban, Johanis Baba, juga menyebut sejumlah keluarga Wili menerima sejumlah panggilan, termasuk video call, dari pihak yang tidak dikenal. Ia menduga ponsel milik Wili diambil setelah insiden penembakan .

"Kami dapat teror, maupun keluarga di Rote," ujar Johanis di Kupang, Kamis (10/9/2026) .

Keluarga di NTT Mengaku Diteror

Paman kandung korban, Yohanis Baba, mengatakan keluarga sangat terpukul dengan kepergian Wili dan mengaku mendapat teror melalui sambungan video call setelah telepon genggam milik Wili diduga dikuasai pihak yang melakukan penyerangan .

"Terkait dengan kejadian ini, kami sebagai keluarga, saya mewakili keluarga sebagai om kandung, sangat sedih dan sangat kecewa dengan kejadian ini. Kami merasa sangat sedih dan merasa kehilangan," ujar Yohanis kepada victorynews.id .

Ia menyebut teror terjadi melalui sambungan video call menggunakan nomor yang sebelumnya merupakan kontak milik Wili. Teror dilaporkan terjadi kepada keluarga di Rote maupun di Kupang.

"Harapan saya, ini kami serahkan kepada aparat sehingga jangan ada teror-teror lagi. Karena ada beberapa teror, pertama teror ke Rote, di sini juga kena teror, tadi pagi ini," ungkapnya .

Yohanis mengaku tidak mengetahui secara langsung isi percakapan karena anggota keluarganya yang menerima panggilan tersebut. Namun, ia mendapat informasi bahwa panggilan tersebut berisi makian dan tindakan yang dianggap sebagai teror.

"Mereka yang terima langsung, jadi saya tidak mengikuti. Hanya saya bilang ada teror-teror lewat video call. Maki-maki," katanya .

Nomor tersebut, lanjut Yohanis, kemudian sudah tidak dapat dihubungi .

Polisi Perlu Telusuri Rekaman

Aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri rekaman tersebut dan mencocokkannya dengan berbagai bukti dalam kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Jika seluruh isi video terbukti autentik, percakapan tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap siapa pelaku, apa motif penembakan, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat .

Kasus tersebut kini menjadi sorotan, terutama karena munculnya dugaan pernyataan mengenai Papua merdeka dalam rekaman yang disebut dilakukan menggunakan ponsel milik korban. Publik pun masih menunggu hasil penyelidikan aparat untuk memastikan kebenaran di balik video call tersebut .

Keaslian rekaman dan identitas pria dalam video tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Begitu pula dengan waktu perekaman, sumber asli video, serta apakah benar panggilan video tersebut dilakukan menggunakan ponsel milik korban masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat .

Red

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.