Langsung ke konten
Nasional

Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten

Redaksi Jentera 3 menit baca 34 views
Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Pos Pantau Bahaya Tsunami Mulai Dipetakan di Pesisir Banten

BANTEN, Jenterarakyat.com  - Warga yang berada pada kawasan Selat Sunda, tengah waspada usai peristiwa erupsi yang kembali bergeliat di Gunung Anak Krakatau.

Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini telah memetakan tingkat kesiapsiagaan bahaya tsunami di sepanjang kawasan pesisir Provinsi Banten.

Baca Juga
Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Nasional

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, dengan menggunakan indikator standar Tsunami Ready.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB melaksanakan penugasan sejak 6 September 2026.

Hal itu dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah (pemda), pemantauan kondisi wilayah terdampak, serta asistensi kesiapsiagaan.

Baca Juga
Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Nasional

"Penilaian kesiapsiagaan dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya di Pandeglang," kata Berton dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis, 10 September 2026.

"Serta beberapa desa pesisir di Serang dan Cilegon, untuk memastikan berfungsinya sarana peringatan dini," sambungnya.

Sirine Peringatan Tsunami Mulai Dipetakan

Baca Juga
Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Nasional

Di sisi lain, pemantauan tersebut juga sekaligus memastikan kesiapan pemerintah dan masyarakat setempat dalam menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Terkhusus, potensi bahaya tsunami khususnya di wilayah vital, dan permukiman yang pernah terdampak tsunami di Selat Sunda pada 2018 lalu.

Di Kabupaten Pandeglang, tim BNPB mencatat menara sirene peringatan dini di Kecamatan Sumur dan Panimbang berada dalam kondisi siap operasi.

Hal itu termasuk jalur evakuasi terpasang baik, serta simulasi bencana rutin digelar, meski alat Warning Receiver System (WRS) Gen di Tanjung Lesung masih dalam proses perbaikan.

Kemudian, di Kabupaten Serang, pemeriksaan BNPB menunjukkan aktivasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan pantai berjalan optimal, ditopang menara sirene dan peta evakuasi menuju titik aman yang berfungsi normal.

Ada pun untuk wilayah Kota Cilegon, peninjauan di Kelurahan Kubangsari memastikan keberadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) peringatan dini, serta keandalan fungsi sirene tsunami di area kantor kelurahan.

Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

Berdasarkan laporan di lapangan, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Kamis, 10 September 2026 pukul 09.10 WIB. 

Saat itu, erupsi berlangsung selama sekitar 17 detik.

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi tidak teramati. 

"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 10 September 2026 pukul 09:10 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati," tulis PVMBG dalam informasi resminya, pada hari yang sama.

Meski begitu, erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 47 milimeter (mm).

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik," tutupnya.

Atas aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

"Masyarakat diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tandasnya.

( stef )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.