Langsung ke konten
Nasional

200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

5 menit baca
17x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

Surabaya, 6 Juni 2026, Jenterarakyat.com – Langit cerah di atas dermaga Koarmada II, Surabaya, pagi itu menyambut kedatangan 200 pasang mata penuh semangat. Bukan sekadar rombongan wisata, melainkan para siswa-siswi SMA sederajat dari berb...

Surabaya, 6 Juni 2026, Jenterarakyat.com – Langit cerah di atas dermaga Koarmada II, Surabaya, pagi itu menyambut kedatangan 200 pasang mata penuh semangat. Bukan sekadar rombongan wisata, melainkan para siswa-siswi SMA sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur yang siap mengikuti Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Lokasinya istimewa: KRI Makassar-590, kapal perang kebanggaan TNI Angkatan Laut.

Pembukaan Persami KKRI 2026 Koarmada II di geladak KRI Makassar-590
Pagi di geladak KRI Makassar-590, 200 siswa SMA se-Jatim siap memulai perjalanan bela negara bersama Koarmada II. ✨⚓

 

Kegiatan yang berlangsung 6-7 Juni 2026 ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Andi Susanto. Dalam sambutannya di atas geladak kapal, ia menegaskan bahwa Persami KKRI bukanlah sekadar perkemahan biasa. "Ini adalah amanat langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Kita ingin Generasi Z, adik-adik semua, memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh, jiwa nasionalisme yang tidak goyah oleh pengaruh asing, serta kesiapan untuk bela negara dalam makna yang seluas-luasnya," ujarnya dengan suara lantang menggema di sela debur ombak.

Baca Juga
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Religi

Mengapa kegiatan ini begitu penting? Karena Indonesia sedang berada di persimpangan zaman. Arus informasi global, gempuran budaya asing, dan tantangan disinformasi menjadi ancaman nyata bagi ketahanan mental generasi muda. Koarmada II hadir dengan pendekatan langsung: mengajak mereka merasakan atmosfer kehidupan militer, berdiri di atas geladak kapal perang, dan belajar langsung dari para prajurit yang sehari-hari menjaga kedaulatan laut Nusantara.

Selama dua hari penuh, para peserta tidak hanya duduk manis mendengar ceramah. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti materi klasikal yang sarat makna: Bela Negara dan Wawasan Nusantara yang mengajak mereka memahami betapa luas dan kayanya Indonesia dari Sabang sampai Merauke; Kepemimpinan yang melatih mereka mengambil keputusan dalam tekanan; Pancasila dan Sejarah Perjuangan Bangsa yang mengingatkan kembali jasa para pahlawan; serta Pengenalan Survival dan Pionir yang membekali mereka dengan keterampilan bertahan hidup.

Namun yang paling dinantikan adalah kegiatan lapangan. Teriakan komando menggema di area dermaga saat para siswa mengikuti Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan seragam lapangan yang rapi. Beberapa di antaranya mengaku kaki sempat gemetar karena grogi, namun perlahan-lahan kepercayaan diri tumbuh seiring langkah kaki yang mulai kompak.

Baca Juga
Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Religi

Kegiatan outbound menjadi momen paling meriah. Tawa, teriakan semangat, bahkan sedikit jeritan ketakutan saat melewati rintangan ketinggian, semua berbaur menjadi satu. Mereka belajar bahwa kerja sama tim lebih penting daripada ego pribadi. Seorang siswi asal Malang, Putri (17), mengaku awalnya takut dengan tali-temali tinggi, namun berkat dorongan teman-teman dan instruktur dari TNI AL, ia berhasil menyelesaikan tantangan. "Aku nggak nyangka bisa seberani ini. Rasanya bangga banget," ujarnya sambil mengusap keringat.

Tak kalah menarik, para peserta diajak berkunjung ke Monumen Jalesveva Jayamahe, ikon kebanggaan TNI AL di Surabaya. Di sana, mereka belajar tentang kejayaan maritim Indonesia, melihat diorama perjuangan laut, serta memahami makna "Jalesveva Jayamahe" yang berarti "Di Laut Kita Jaya". Beberapa siswa bahkan mengabadikan momen dengan berfoto di bawah patung prajurit yang gagah berdiri menghadap samudra.

Kunjungan ke kapal perang lain yang bersandar di dermaga juga menjadi pengalaman tak terlupakan. Mereka diajak masuk ke ruang kendali, melihat langsung sistem persenjataan, dan mendengar cerita para pelaut tentang kehidupan di tengah laut lepas berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Mata mereka berbinar. Beberapa mengaku makin mantap untuk bercita-cita menjadi prajurit TNI AL.

Baca Juga
Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

Pendidikan

Malam harinya, di geladak KRI Makassar-590, diadakan api unggun kecil dan malam keakraban. Di bawah cahaya bintang dan suara gemericik air laut, para siswa menyanyikan lagu-lagu daerah dan lagu nasional. Ada yang menitikkan air mata saat bercerita tentang mimpi besarnya untuk membanggakan orang tua dan kampung halaman. Suasana haru sekaligus hangat menyelimuti malam itu.

Kolonel Laut Andi Susanto, saat ditemui di sela-sela acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang TNI AL, khususnya Koarmada II, dalam pembinaan karakter bangsa. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh sinergi antara TNI, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Persami KKRI adalah salah satu wujud nyata bahwa TNI AL hadir tidak hanya saat perang atau bencana, tetapi juga dalam membentuk generasi penerus yang tangguh dan berintegritas," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini akan terus berlanjut setiap triwulan. Bahkan ke depan, jumlah peserta dan cakupan wilayah akan diperluas. "Target kami bukan hanya 200 siswa. Tapi ribuan, bahkan puluhan ribu generasi muda di seluruh Indonesia. Karena masa depan bangsa ada di tangan mereka," imbuhnya dengan penuh optimisme.

Hari kedua, kegiatan ditutup dengan upacara sederhana namun khidmat. Sertifikat diberikan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Wajah-wajah yang semula canggung dan tegang, kini berubah menjadi penuh percaya diri dan semangat. Mereka berfoto bersama personel Koarmada II, saling bertukar nomor telepon, dan berjanji akan menjaga silaturahmi.

Satu per satu bus mulai meninggalkan area dermaga. Lambaian tangan dari dalam bus dan dari para prajurit yang berdiri rapi di pinggir dermaga menjadi penutup yang mengharukan. Para siswa pulang bukan hanya dengan membawa sertifikat dan oleh-oleh. Mereka pulang dengan hati yang lebih merah putih, jiwa yang lebih kuat, dan tekad yang lebih membara untuk mencintai Indonesia.

Kadister Koarmada II Kolonel Laut Andi Susanto memberikan amanat kepada 200 siswa
Generasi Z harus jadi garda terdepan cinta tanah air!" – Kolonel Laut Andi Susanto membuka Persami KKRI 2026 dengan penuh semangat.

 

Persami KKRI 2026 telah usai. Namun api nasionalisme yang dinyalakan di atas KRI Makassar-590, akan terus menyala dalam dada 200 generasi muda itu. Dan mungkin, suatu hari nanti, beberapa dari mereka akan kembali ke dermaga yang sama, bukan lagi sebagai peserta, tetapi sebagai prajurit yang menjaga kehormatan bangsa di laut lepas. Itulah harapan. Itulah Indonesia.

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.