Langsung ke konten
Religi

Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

6 menit baca
46x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

SEDATI , Jenterarakyat.com – Suasana religius menyelimuti serambi Masjid Al-Barokhah, Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu malam (13/6/2026). Ikatan Seni Hadrah Indonesia turut memeriahkan peringatan Haul Sesepuh Desa...

SEDATI , Jenterarakyat.com – Suasana religius menyelimuti serambi Masjid Al-Barokhah, Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu malam (13/6/2026). Ikatan Seni Hadrah Indonesia turut memeriahkan peringatan Haul Sesepuh Desa Cemandi yang dihadiri ratusan jamaah. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini berlangsung khidmat, penuh doa, dan diwarnai lantunan shalawat yang menggema hingga ke pelosok desa.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan ke lokasi. Mereka datang dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Desa Cemandi tetapi juga dari desa-desa tetangga seperti Pepe, Sedati Agung, dan Betro. Tujuannya sama: mendoakan para sesepuh yang telah berjasa dan menikmati kemeriahan hadrah yang dibawakan Ikatan Seni Hadrah Indonesia.

"Ikatan Seni Hadrah Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam kemeriahan acara haul tahun ini. Grup hadrah yang tampil membawakan sejumlah shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang disambut antusias oleh para jamaah. Suasana menjadi sangat hidup dan menyentuh hati," ujar salah seorang panitia haul.

Baca Juga
Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Religi

Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah Sejak Sore

Peringatan haul yang digelar setiap tahun ini menjadi agenda keagamaan yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Kehadiran ratusan peserta menunjukkan tingginya kepedulian warga dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mengenang jasa para sesepuh Desa Cemandi. Acara berlangsung tertib dengan suasana penuh kekeluargaan. Para jamaah duduk rapi di tikar dan sajadah yang telah dibentangkan panitia di halaman masjid. Anak-anak hingga orang tua tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa bersama. Lampu-lampu hias menerangi area masjid, menambah keindahan malam.

"Haul sesepuh merupakan tradisi yang telah lama dilaksanakan warga sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh pendahulu yang berjasa dalam perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan di desa ini. Tanpa mereka, desa kita tidak akan seperti sekarang. Kami tidak pernah melupakan jasa beliau-beliau," jelas seorang tokoh masyarakat setempat yang turut hadir.

Baca Juga
Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

Pendidikan
Grup Hadrah Ikatan Seni Hadrah Indonesia memainkan rebana di atas panggung sederhana
Lantunan shalawat dan tabuhan rebana memenuhi malam haul, suasana religius menyentuh hati.

Lantunan Hadrah Hidupkan Suasana Religius Malam Haul

Penampilan Ikatan Seni Hadrah Indonesia menjadi magnet utama malam itu. Tabuhan rebana yang berpadu dengan lantunan shalawat menghadirkan suasana religius yang mendalam. Jamaah tampak mengikuti dengan penuh kekhusyukan, beberapa di antaranya terlihat ikut bershalawat dengan suara lirih, bahkan menangis haru. Penampilan hadrah tidak hanya menjadi hiburan bernilai Islami, tetapi juga menjadi media syiar agama yang mampu menarik minat berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Banyak remaja yang ikut duduk di barisan depan, memperhatikan setiap gerakan pemain hadrah, bahkan ikut berjoget lembut mengikuti irama rebana.

"Kami sengaja menghadirkan Ikatan Seni Hadrah Indonesia untuk memberikan nuansa berbeda tahun ini. Shalawat yang dilantunkan sangat merdu dan menyentuh. Semoga dengan hadrah, semangat kecintaan kepada Rasulullah semakin tumbuh di hati jamaah, terutama anak-anak muda yang mungkin baru pertama kali melihat pertunjukan hadrah secara langsung," ujar ketua panitia haul.

Baca Juga
Istighosah Akbar Haul Mbah Katsiron dan Sesepuh Cemandi, Ribuan Warga Padati Masjid Al Barokah Sedati

Istighosah Akbar Haul Mbah Katsiron dan Sesepuh Cemandi, Ribuan Warga Padati Masjid Al Barokah Sedati

Religi

Ikatan Seni Hadrah Indonesia: Media Syiar yang Menyentuh Generasi Muda

Grup hadrah yang tampil malam itu berasal dari wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Mereka telah malang melintang di berbagai acara keagamaan, namun tetap antusias ketika diundang ke haul Cemandi. Perwakilan Ikatan Seni Hadrah Indonesia menyampaikan bahwa hadrah adalah salah satu media dakwah yang efektif, terutama bagi generasi muda yang haus akan tontonan yang menarik namun tetap bernilai ibadah.

"Seni hadrah tidak hanya untuk orang tua. Kami merangkai shalawat dengan irama yang modern dan enak didengar, sehingga anak-anak muda juga tertarik. Syair-syairnya penuh makna, mengajak cinta kepada Rasulullah dan meningkatkan ketakwaan. Kami berkomitmen untuk terus melestarikan seni ini di tengah arus modernisasi yang kadang melupakan akar budaya Islam," ujar perwakilan Ikatan Seni Hadrah Indonesia.

Melestarikan Seni Islami dan Tradisi Keagamaan Desa

Melalui kegiatan tersebut, Ikatan Seni Hadrah Indonesia turut berperan dalam menjaga eksistensi seni hadrah sebagai warisan budaya Islam yang berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran kelompok hadrah dalam berbagai kegiatan keagamaan dinilai mampu memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai religius. Haul Cemandi menjadi bukti bahwa seni Islami dan tradisi keagamaan bisa berjalan beriringan, saling menguatkan.

"Kami berharap haul tahun depan bisa lebih meriah lagi dengan lebih banyak grup hadrah yang tampil. Ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kelompok seni Islami di Sidoarjo," tambah panitia.

Haul Jadi Ajang Mempererat Silaturahmi Warga

Selain menjadi momen doa bersama, Haul Sesepuh Desa Cemandi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul dalam suasana yang penuh keakraban. Sajian makanan ringan dan minuman hangat disediakan panitia untuk dinikmati bersama di sela-sela acara. Anak-anak bermain, ibu-ibu berbincang, bapak-bapak duduk bersila mendengarkan shalawat.

Kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat jelas, mulai dari persiapan tenda, sound system, konsumsi, hingga pembersihan area setelah acara selesai.

"Kami berharap kegiatan haul dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Jangan sampai tradisi ini putus di tengah jalan karena generasi muda tidak mengenalnya lagi," ujar salah seorang warga.

Doa Bersama untuk Para Sesepuh yang Telah Berjasa

Puncak acara adalah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam doanya, ia memohonkan ampunan untuk arwah para sesepuh, keselamatan untuk seluruh warga desa, serta keberkahan bagi Desa Cemandi. Jamaah mengamini dengan suara lantang, suasana haru menyelimuti serambi masjid.

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa para sesepuh kami yang telah berpulang. Terimalah amal ibadah mereka. Tempatkanlah mereka di sisi-Mu yang mulia. Lindungilah desa kami, berikanlah keselamatan, kesehatan, dan keberkahan rezeki kepada seluruh warga. Jadikanlah kami generasi penerus yang mampu menjaga amanah dan melanjutkan perjuangan mereka," doa sang kiai.

Jamaah menjawab dengan "Aamiin, Aamiin, Ya Rabbal 'Alamin".

Suasana jamaah duduk rapi di serambi Masjid Al-Barokhah dengan latar lampu hias yang terang
Ikatan Seni Hadrah Indonesia meriahkan Haul Sesepuh Cemandi, ratusan jamaah padati Masjid Al-Barokhah.

 

Harapan Warga: Haul Terus Berlanjut Demi Ukhuwah Islamiyah

Dengan dukungan berbagai elemen, termasuk Ikatan Seni Hadrah Indonesia, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Haul bukan sekadar peringatan, tetapi napas panjang spiritualitas desa. Warga berharap anak cucu mereka nanti tetap mengenal Mbah Katsiron dan para sesepuh lainnya, tetap mencintai shalawat, dan tetap menjaga kebersamaan.

"Semoga tahun depan kita bisa berkumpul lagi, mendoakan leluhur, bershalawat bersama, dan menguatkan silaturahmi. Haul Cemandi harus tetap hidup. Ini warisan yang tak ternilai," tutup salah seorang warga.

Malam haul usai. Warga pulang dengan hati yang lebih tenang dan penuh harap. Jalan menuju masjid perlahan sepi, namun cahaya iman tetap menyala di setiap rumah.

Endry

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.