Langsung ke konten
Pendidikan

Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

4 menit baca
29x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Dari Teori ke Praktik: 12 Mahasiswa FH UMM Gali Pengetahuan Hukum Acara Perdata di Maha Patih Law Office

MALANG , Jenterarakyat.com – Suasana berbeda terasa di Maha Patih Law Office, Kantor Advokat yang berlokasi di Kota Malang, pada Kamis (4/6/2026). Belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampak serius mengikuti di...

MALANG , Jenterarakyat.com – Suasana berbeda terasa di Maha Patih Law Office, Kantor Advokat yang berlokasi di Kota Malang, pada Kamis (4/6/2026). Belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampak serius mengikuti diskusi dengan para praktisi hukum. Bukan perkara biasa, kegiatan ini adalah bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Hukum Acara Perdata yang diampu oleh Dwi Ratna Indri Hapsari, S.H., M.H.

Sebanyak 12 mahasiswa Kelompok 3 Kelas D hadir dengan penuh antusiasme. Mereka adalah Reskhy Mulydar (penanggung jawab kelompok), Yunita, Naysila, Nasihatun, Rizal, Luthfi, Andre, Akbar, Dimas, Fathia, Adnan, dan Masrudi. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Andi Rachmanto, S.H. (Managing Partner) dan Saiful Bahri, S.H., M.H. (Advokat Publik pada Maha Patih Law Office).

"Kami datang dengan tujuan melakukan wawancara dan telah menyiapkan 12 pertanyaan yang dirangkum dari lima pokok bahasan. Awalnya kami memperkirakan kegiatan hanya berlangsung sekitar 10 hingga   menit. Namun, diskusi berjalan lebih dari dua jam dan memberikan banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa hukum," ujar Reskhy Mulydar, penanggung jawab kelompok.

Baca Juga
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Ikatan Seni Hadrah Indonesia Semarakkan Haul Cemandi, Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Barokhah

Religi

Dari Wawancara Singkat Menjadi Diskusi Intensif

Awalnya, kegiatan dirancang dalam bentuk wawancara singkat terkait upaya hukum banding dan kasasi. Mahasiswa telah menyiapkan daftar pertanyaan yang matang. Namun, suasana diskusi yang hangat dan interaktif membuat kegiatan berkembang menjadi forum berbagi pengetahuan yang lebih mendalam.

Mahasiswa tidak hanya mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka, tetapi juga diajak untuk memahami strategi penyusunan memori banding, pertimbangan hukum dalam mengajukan upaya hukum, hingga tantangan nyata yang dihadapi advokat dalam praktik litigasi sehari-hari.

Baca Juga
Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Gebyar Mahakarya SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Meriah, Bupati Sidoarjo dan Alumni Sukses Hadir Beri Motivasi

Religi

"Kami menggali berbagai aspek mengenai banding dan kasasi dari perspektif advokat. Para advokat juga memberikan sejumlah contoh kasus yang pernah mereka tangani. Ini sangat membuka mata kami," tambah Reskhy.

Pertanyaan Reflektif yang Menggugah

Salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Advokat Saiful Bahri membuka diskusi dengan pertanyaan reflektif yang membuat mahasiswa terdiam sejenak.

Baca Juga
Istighosah Akbar Haul Mbah Katsiron dan Sesepuh Cemandi, Ribuan Warga Padati Masjid Al Barokah Sedati

Istighosah Akbar Haul Mbah Katsiron dan Sesepuh Cemandi, Ribuan Warga Padati Masjid Al Barokah Sedati

Religi

"Mahasiswa hukum itu perlu pintar berbicara atau berbicara dengan pintar?" tanya Saiful Bahri.

Pertanyaan ini menjadi pemantik diskusi yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh calon praktisi hukum. Bukan sekadar kemampuan retorika, tetapi juga kedalaman analisis, ketepatan argumentasi, dan integritas dalam menyampaikan pendapat.

"Kami jadi sadar bahwa menjadi advokat tidak cukup hanya pintar ngomong. Harus ada substansi, harus ada logika hukum yang kuat, dan yang terpenting, berbicara dengan hati nurani," ujar salah satu mahasiswa usai diskusi.

Belajar dari Kasus Nyata

Para advokat tidak hanya memberikan teori. Mereka berbagi pengalaman praktik litigasi dari kasus-kasus yang pernah mereka tangani. Mahasiswa diajak memahami alur berpikir advokat dalam menyusun strategi hukum, mulai dari membaca berkas perkara, menentukan upaya hukum yang tepat, hingga mempersiapkan dokumen banding dan kasasi.

"Kami belajar bahwa dalam hukum acara perdata, ketelitian dalam menyusun dokumen sangat penting. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal pada hasil persidangan," ungkap Reskhy.

Diskusi juga menyentuh aspek etika profesi advokat, termasuk bagaimana menjaga independensi, loyalitas kepada klien, dan menghindari konflik kepentingan.

Komitmen Maha Patih Law Office: Buka Ruang Belajar Bersama

Andi Rachmanto, S.H. , Managing Partner Maha Patih Law Office, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif mahasiswa FH UMM. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dari dulu, Maha Patih Law Office selalu menjalin kerja sama baik dengan kalangan universitas maupun pihak-pihak lain untuk berempati serta peduli dengan kondisi hukum di negara ini. Kita selaku praktisi hukum harus peduli, jangan apatis. Karena hukum sendiri akan baik apabila manusianya baik, begitu pula sebaliknya," terang alumnus FH UNISMA tersebut.

Ia menegaskan bahwa Maha Patih Law Office senantiasa membuka ruang kepada siapa pun untuk sama-sama belajar serta berempati dalam penegakan hukum yang baik serta berkeadilan.

"Kami tidak hanya membuka ruang diskusi, tetapi juga berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas generasi muda hukum melalui kegiatan edukatif yang inspiratif," tambah Andi.

Harapan untuk Sinergi Berkelanjutan

Kegiatan observasi ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik profesi hukum. Melalui interaksi langsung dengan para advokat, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi hukum acara perdata sekaligus mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika profesi advokat.

"Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan praktisi hukum dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang hukum," tutup Reskhy.

Dari diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam, 12 mahasiswa pulang dengan membawa catatan tebal, pikiran yang lebih terbuka, dan semangat baru untuk mendalami ilmu hukum. Mereka tidak hanya mendapatkan nilai tugas, tetapi juga bekal berharga untuk karier profesional di masa depan.

 

Hari

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.