Langsung ke konten
Pemerintahan

Hoaks Tak Lari Kemana! Mafindo Gelar Silatnas ke-3 di Surabaya, Berhasil Masukkan Literasi Digital ke 60.000 Sekolah!

4 menit baca
22x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Hoaks Tak Lari Kemana! Mafindo Gelar Silatnas ke-3 di Surabaya, Berhasil Masukkan Literasi Digital ke 60.000 Sekolah!

SURABAYA, Jenterarakyat.com – Kabar gembira datang dari Surabaya! Puluhan relawan anti hoaks dari seluruh Indonesia berkumpul di Ballroom Novotel Samator untuk menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 Mafindo. Dan hasilnya? Luar biasa! S...

SURABAYA, Jenterarakyat.com – Kabar gembira datang dari Surabaya! Puluhan relawan anti hoaks dari seluruh Indonesia berkumpul di Ballroom Novotel Samator untuk menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 Mafindo. Dan hasilnya? Luar biasa!

Selama tiga hari, 24-26 April 2026, para pegiat literasi digital yang tergabung dalam Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) ini tidak hanya bercerita tentang perjuangan mereka di daerah masing-masing. Mereka juga merayakan sebuah pencapaian monumental.

60.000 Sekolah Kini Punya Literasi Digital!

Baca Juga
PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta dari Laba 2025

PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta dari Laba 2025

Pemerintahan

Septiaji Eko Nugroho, atau yang akrab disapa Bang Zek, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Presidium Mafindo periode 2022-2025, berdiri di depan forum dengan senyum lebar.

"Kawan-kawan, perjuangan kita tidak sia-sia!" serunya disambut tepuk tangan meriah.

Ia memaparkan bahwa perjuangan panjang Mafindo dalam mengadvokasi literasi digital akhirnya membuahkan hasil. Sejak akhir 2022, Mafindo dipercaya untuk berkontribusi dalam pengembangan literasi digital yang kini telah terintegrasi dalam mata pelajaran Informatika sebagai kompetensi wajib.

Baca Juga
Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Pemerintahan

"Dampaknya? 60.000 sekolah di seluruh Indonesia sekarang mengajarkan literasi digital kepada murid-muridnya!" lanjut Bang Zek dengan suara bergetar haru.

"Kita tidak cuma bilang 'awas hoaks', kita juga kasih mereka senjata. Senjata pengetahuan!"

Dari Pemeriksa Fakta Jadi Penggerak Kebijakan

Baca Juga
Bapanas Pastikan Beras SPHP Tak Naik Meski Dolar Menguat, Subsidi Rp4,97 Triliun Siap Guyur 828 Ribu Ton Beras Rakyat

Bapanas Pastikan Beras SPHP Tak Naik Meski Dolar Menguat, Subsidi Rp4,97 Triliun Siap Guyur 828 Ribu Ton Beras Rakyat

Pemerintahan

Masih ingat Mafindo dulu? Banyak yang mengenal mereka sebagai organisasi pemeriksa fakta. Yang setiap hari memverifikasi berita hoaks yang beredar di WhatsApp, Facebook, dan Twitter.

Tapi sekarang, Mafindo naik kelas.

"Transformasi Mafindo bukan sekadar ganti logo atau ganti struktur, tapi perubahan peran strategis, " jelas Bang Zek.

Kini Mafindo aktif memberikan masukan kebijakan, menyusun naskah akademik, bahkan dilibatkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kecerdasan artifisial (AI). Mereka memastikan bahwa teknologi canggih sekalipun tidak luput dari mitigasi risiko digital.

"Kita ngurusin hoaks soal lowongan kerja palsu, hoaks kesehatan, hoaks politik, bahkan hoaks yang menyasar pekerja migran kita di luar negeri. Ini perjuangan yang tidak ada habisnya," tambahnya.

Di Kancah Global, Mafindo Juga Diperhitungkan

Jangan kira Mafindo hanya bergerak di dalam negeri. Lewat Silatnas ke-3 ini, terungkap bahwa Mafindo juga aktif di forum regional dan global.

Ada kerja sama di kawasan Asia Pasifik, ada fokus khusus pada perlindungan pekerja migran dari risiko misinformasi, dan ada rencana membentuk forum kolaborasi lintas negara.

"Bayangkan, Indonesia tidak hanya menerima dampak hoaks, tapi juga memberi solusi untuk dunia. Itu yang sedang kita bangun," ujar Bang Zek bangga.

Pesan Haru dari Ketua OC: "Kalian Tidak Sendirian!"

Silatnas ke-3 ini dipandu oleh Cahya Suryani atau akrab disapa Caca, yang bertindak sebagai Ketua Organizing Committee (OC). Di akhir acara, Caca menyampaikan pesan yang membuat banyak peserta terharu.

"Teman-teman, energi yang kita rasakan selama tiga hari ini adalah amunisi yang harus kita bawa pulang," ucap Caca dengan suara bergetar.

"Kita tahu bahwa tantangan di wilayah masing-masing tidaklah mudah. Ada kalanya kita lelah, ada kalanya kita ingin menyerah."

Caca kemudian menatap satu per satu peserta yang hadir.

"Tapi ingatlah, saat nanti Kakak-kakak kembali berdiri di garda terdepan melawan hoaks, fitnah, dan scam digital, Kakak tidak sendirian. Ada ribuan hati yang berdenyut dengan visi yang sama, yang hari ini telah berjanji untuk saling menguatkan akar."

Ruangan pun hening. Beberapa peserta terlihat menyeka air mata.

Dinamika Hangat, Tapi Berbuah Keputusan Krusial

Sepanjang tiga hari, Silatnas ke-3 Mafindo juga diwarnai adu argumen yang cukup hangat. Ada pro dan kontra, ada kritik yang tajam, ada juga tawa dan canda.

Tapi pada akhirnya, forum berhasil merumuskan sejumlah keputusan krusial. Mafindo memantapkan posisinya sebagai organisasi independen yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah, tapi juga berani mengkritisi kebijakan yang dinilai kurang tepat.

"Kolaborasi dengan platform digital seperti TikTok juga terus kita perkuat. Karena perang melawan hoaks tidak bisa dilakukan sendirian," jelas Caca.

Apa Kabar Relawan di Daerah?

Usai acara, Jenerarakyat.com sempat mengobrol dengan beberapa perwakilan Korwil. Mereka mengaku pulang dengan membawa semangat baru.

"Energinya luar biasa, Mbak. Di daerah saya, hoaks masih merajalela jelang pilkada. Tapi sekarang saya tahu, saya tidak sendirian," ujar Rina, perwakilan dari Kalimantan Timur.

Teguh dari Sulawasi Selatan menambahkan, "Modul literasi digital yang sudah masuk sekolah itu kunci. Kita mulai dari anak-anak muda. Mereka adalah agen perubahan."

Penutup: Salam Satu Visi!

Silatnas ke-3 Mafindo di Surabaya resmi ditutup pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta pulang ke daerah masing-masing dengan membawa oleh-oleh bukan suvenir, tapi tekad yang diperbarui.

Seperti kata Caca, perang melawan hoaks belum selesai. Tapi setidaknya, para pejuang literasi digital ini tahu bahwa mereka tidak berjuang seorang diri.

"Karena hoaks itu musuh kita bersama. Dan kita, Mafindo, bersama rakyat Indonesia, tidak akan pe

rnah menyerah, " ucap Bang Zek di akhir pidatonya.

Salam satu visi! 

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.