Langsung ke konten
Pemerintahan

Gandeng 5 OPD, Pemkab Malang Siapkan Layanan Disabilitas Terpadu Mulai Deteksi Dini hingga Rehabilitasi

2 menit baca
20x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Gandeng 5 OPD, Pemkab Malang Siapkan Layanan Disabilitas Terpadu Mulai Deteksi Dini hingga Rehabilitasi

Malang, Jenterarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan layanan publik yang inklusif. Melalui pertemuan penguatan kelembagaan dalam tata laksana gangguan tumbuh kembang dan disabilitas yang dige...

Malang, Jenterarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan layanan publik yang inklusif. Melalui pertemuan penguatan kelembagaan dalam tata laksana gangguan tumbuh kembang dan disabilitas yang digelar di Hotel Atria Malang, Selasa (12/5/2026), sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diintensifkan.

Kegiatan ini bukan sekadar rapat rutin, melainkan sebuah gerakan strategis untuk membangun ekosistem layanan disabilitas yang terpadu. Hadir dalam forum tersebut jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Bappeda, bagian organisasi, hingga perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Puskesmas Gondanglegi Kabupaten Malang, drg. Imam Mashuda, menegaskan bahwa penanganan disabilitas tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sebuah rantai layanan yang saling terkait mulai dari hulu ke hilir.

Baca Juga
PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta dari Laba 2025

PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta dari Laba 2025

Pemerintahan

"Harapannya ke depan Kabupaten Malang benar-benar bisa memberikan layanan yang baik kepada masyarakat disabilitas, mulai dari deteksi dini, alur penanganan, hingga tindak lanjutnya. Semua itu dibahas dalam pertemuan ini," ujar drg. Imam kepada wartawan di sela-sela acara.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah pentingnya deteksi dini. Menurut Imam, banyak kasus disabilitas yang sebenarnya masih bisa dioptimalkan fungsinya jika ditemukan sejak usia dini. Terapi seperti fisioterapi dan latihan motorik terbukti efektif mencegah kondisi disabilitas menjadi lebih berat.

"Kalau diketahui sejak dini, harapannya bisa segera ditangani sehingga kondisi tidak semakin parah dan masyarakat tetap bisa hidup layak seperti biasa," jelasnya.

Baca Juga
Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Pemerintahan

Dalam forum tersebut, Kabupaten Malang juga belajar dari praktik baik Kabupaten Sidoarjo yang telah memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Disabilitas atau ULD Disabilitas. Imam berharap hasil pertemuan ini bisa menjadi pijakan untuk membentuk UPT serupa di Malang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Bupati Malang dalam sambutannya memberikan penekanan keras agar tidak ada lagi ego sektoral. "Tadi juga ada penekanan dari Bupati saat pembukaan agar semua pihak bisa saling bersinergi dalam meningkatkan layanan kepada penyandang disabilitas," tambahnya.

Dari sisi pelayanan kesehatan dasar, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah melakukan pembinaan kepada tenaga kesehatan di 39 puskesmas. Pelatihan menyasar dokter, perawat, hingga bidan agar mampu berkomunikasi secara humanis dan memberikan pelayanan ramah disabilitas.

Baca Juga
Bapanas Pastikan Beras SPHP Tak Naik Meski Dolar Menguat, Subsidi Rp4,97 Triliun Siap Guyur 828 Ribu Ton Beras Rakyat

Bapanas Pastikan Beras SPHP Tak Naik Meski Dolar Menguat, Subsidi Rp4,97 Triliun Siap Guyur 828 Ribu Ton Beras Rakyat

Pemerintahan

Tidak hanya sumber daya manusia, infrastruktur publik pun terus dibenahi. Sejumlah puskesmas kini telah dilengkapi toilet khusus disabilitas, pintu akses kursi roda yang lebih lebar, handrail, hingga guiding block untuk penyandang tunanetra.

"Saat ini kami bertahap. Untuk posyandu disabilitas baru ada delapan yang tersebar di Kabupaten Malang. Target kami nantinya setiap kecamatan memiliki posyandu disabilitas. Harapannya nanti semua layanan bisa melayani 100 persen penyandang disabilitas," tutup drg. Imam Mashuda. (Ton)

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.