Langsung ke konten
Nasional

Semalam Suntuk, RW 16 Kebonagung Gelar Wayang Kulit Peringati HUT ke-81 RI

Redaksi Jentera 3 menit baca 66 views
Semalam Suntuk, RW 16 Kebonagung Gelar Wayang Kulit Peringati HUT ke-81 RI
Malang,, Jenterarakyat.com_ – Semangat melestarikan budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga mewarnai puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga Dusun Krajan Timur RT 31A dan RT 31B, RW 16, Desa Kebonagung, Kecamatan...

Malang,, Jenterarakyat.com_ – Semangat melestarikan budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga mewarnai puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga Dusun Krajan Timur RT 31A dan RT 31B, RW 16, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Sabtu (29/8/2026).

Pagelaran yang dipusatkan di halaman Balai RW 16 tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga dan mengenalkan seni budaya tradisional kepada generasi muda.

Baca Juga
Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Nasional

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Direktur PG Kebonagung, perwakilan Pimpinan PR Penamas, perwakilan PDAM Kabupaten Malang, Kepala Desa Kebonagung Teguh Santoso, Ketua RW 16 Khoirul Anwar, jajaran BPD beserta anggota, LPMD beserta anggota, para Ketua RT, panitia pelaksana, serta seluruh warga masyarakat RW 16.

Sebelum memasuki acara utama, suasana semakin semarak dengan penampilan tari-tarian yang dibawakan anak-anak dan remaja RT setempat. Penampilan dari ibu-ibu PKK juga turut menghibur warga, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari sejumlah pihak.

Ketua panitia yang diwakili Ketua Pelaksana, Hafid Zaki, menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang sebelumnya juga diisi dengan kegiatan jalan sehat dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.

Baca Juga
Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Nasional

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kekompakan dan kebersamaan warga sekaligus menghadirkan hiburan yang memiliki nilai budaya.

Sementara itu, Ketua RW 16, Khoirul Anwar, menekankan pentingnya menjaga budaya tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga memiliki nilai tuntunan yang sarat dengan pesan kehidupan.

Baca Juga
POV Ponpes Sleman usai Viral Dugaan Pemerkosaan Santriwati: Pelaku Bukan Pengurus, tapi Pengajar

POV Ponpes Sleman usai Viral Dugaan Pemerkosaan Santriwati: Pelaku Bukan Pengurus, tapi Pengajar

Nasional

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Kebonagung, Teguh Santoso. Ia mengapresiasi kekompakan warga RW 16 yang mampu menggelar kegiatan besar dengan semangat gotong royong.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga, pagelaran wayang kulit juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.

Sebelum pementasan dimulai, dilakukan prosesi penyerahan gunungan oleh Kades Teguh Santoso kepada Ki Aji Sugianto sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit. Gunungan tersebut kemudian menjadi simbol pembuka pertunjukan yang berlangsung semalam suntuk.

Pagelaran menghadirkan Dalang Ki Aji Sugianto dengan lakon “Wahyu Cakraningrat”.

Yang menbikin sorak penonton dengan penampilan Dalang cilik, Nenda sama Nabil dengan suara yang mengemaskan

Lakon tersebut mengisahkan tentang wahyu atau anugerah yang menjadi simbol bagi seseorang untuk menjadi raja atau pemimpin sejati. Kepemimpinan dalam kisah tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai kekuasaan secara lahiriah, tetapi juga menyangkut kekuatan batin, kebijaksanaan, tanggung jawab, serta kemampuan membawa kebaikan bagi masyarakat.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat saat ini. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kekuasaan, tetapi juga harus memiliki keteladanan, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Warga Berharap Tradisi Terus Dijaga

Antusiasme warga terlihat sejak rangkaian acara dimulai hingga pagelaran wayang kulit berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, bukan hanya sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan dan melestarikan kesenian tradisional.

Bagi masyarakat RW 16, pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan, tetapi juga melalui gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, warga berharap tradisi pagelaran wayang kulit tetap hidup dan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus meneruskan kebudayaan lokal di tengah derasnya perkembangan zaman.

 (Dwi)

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.