Langsung ke konten
Adat Dan Budaya

PENTAS PADHANG BULAN KEMBALI DIGELAR! Cakra Tunggal Rasa ke-2 Hadirkan Kolaborasi Seni Pencak Silat dan Musik

Redaksi Jentera 3 menit baca 4 views
PENTAS PADHANG BULAN KEMBALI DIGELAR! Cakra Tunggal Rasa ke-2 Hadirkan Kolaborasi Seni Pencak Silat dan Musik
Cakra Tunggal Rasa ke-2 sukses memikat ratusan penonton di Amphitheater Arjuna Wiwaha Kota Batu. Harmoni seni musik dan peran dalam Gumbinganesia 2026.

BATU, Jenterarakyat.com – Ratusan penonton memadati tribun Amphitheater Arjuna Wiwaha Kota Batu pada Sabtu malam, 2 Mei 2026. Pertunjukan bertajuk "Cakra Tunggal Rasa" edisi ke-2 sukses memikat perhatian publik melalui gelaran rutin Pentas Padhang Bulan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Mengusung konsep Musical Culture Theatre, pertunjukan dibuka secara khidmat dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul penandatanganan MOU Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu. Sejak awal dimulai, penonton tampak terhanyut dalam setiap adegan dan tidak meninggalkan lokasi hingga penghujung acara.

Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kota yang kaya akan seni dan budaya. Pertunjukan Cakra Tunggal Rasa menjadi bukti bahwa seni tradisional dan modern dapat berpadu harmonis dalam satu panggung yang memukau.

Dinamika Panggung: Dari Pencak Silat hingga Puisi WS Rendra

Baca Juga
Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Kronologi Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan hingga Direspons Stafsus Gubernur DKI

Nasional

Dinamika panggung diawali dengan aksi pencak silat tunggal yang dibawakan oleh Hendry Mahmudi dari Persatuan Seni Pencak Silat Keliran Bulukerto. Ia memerankan tokoh Kyai Cakra, seorang guru yang sedang bertapa dan meninggalkan padepokannya untuk mengasah ilmu. Adegan ini diperkuat dengan kehadiran suluk dari dalang muda Kota Batu, Ki Rafidias.

Kontras dengan ketenangan Kyai Cakra, suasana mencekam hadir di Gua Kantaka, tempat para Balakala melakukan ritual ilmu hitam untuk merebut Padepokan Tunggal Rasa saat sang pemimpin tengah berkelana. Di sisi lain, kehidupan di Padepokan Tunggal Rasa digambarkan melalui latihan kanuragan para murid yang penuh energi.

Ketegangan muncul saat Paguyuban Pencak Silat Lailatussalam dari Gumul, Pujon menampilkan atraksi api, bersambut dengan aksi Sakera Obor dari Paguyuban Pencak Silat Senapati Mudha Nuswantara asal Ngaglik, Batu. Puncak emosional terjadi saat pasukan Balakala menyerang dengan kejam.

Baca Juga
Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Beredar Rekaman Perilaku Aneh Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor: Marah-marah Sejak Masuk Kereta

Nasional

Di tengah situasi genting tersebut, Ijul dari kelompok perkusi Tongsongo membacakan puisi karya WS Rendra yang berpadu dengan lagu "Kesaksian" . Musik tersebut dibawakan secara kolaboratif oleh Bam Bam Boe, Panjak Rukun Santoso, TrancamArt, DJ Fisal, Febri Panca Budhi, Dewa Tyuphan, dan Shindu Mahasmara, dkk, yang berhasil menciptakan atmosfer kesedihan mendalam.

Titik Balik: Kehadiran Para Gumbing

Titik balik cerita muncul saat para murid menemui para Gumbing di Gua Guhya sebagai simbol penetralisir masalah dan pembawa kedamaian. Kehadiran para Gumbing berhasil memukul mundur pasukan Balakala hingga situasi kembali tentram. Sebelum pertunjukan berakhir, suasana dicairkan oleh aksi humor dari tiga komedian Kota Batu, lalu ditutup dengan jogedan gaya Gumbing oleh seluruh pemeran.

Baca Juga
POV Ponpes Sleman usai Viral Dugaan Pemerkosaan Santriwati: Pelaku Bukan Pengurus, tapi Pengajar

POV Ponpes Sleman usai Viral Dugaan Pemerkosaan Santriwati: Pelaku Bukan Pengurus, tapi Pengajar

Nasional

Keberhasilan pentas ini juga didukung oleh partisipasi talenta luar kota, seperti Persatuan Seni Pencak Silat Tri Tunggal dari Mojokerto, Gilang Art dari Mantingan Ngawi, dan SSJ dari Sragen. Event bulanan ini diharapkan terus konsisten digelar karena terbukti mampu menarik antusiasme wisatawan sekaligus memberikan edukasi dan hiburan positif.

( Stef )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.