Langsung ke konten
Nasional

Akhir Pelarian Pelaku Penembak Bripka Arya Supena di Lampung: Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

4 menit baca
24x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Akhir Pelarian Pelaku Penembak Bripka Arya Supena di Lampung: Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

Lampung, Jenterarakyat.com – Hanya berselang beberapa hari setelah Bripka Arya Supena gugur dalam tugas, pelaku penembakan akhirnya merasakan ujung peluru aparat. Bahroni alias Roni (23) , pria yang tega merebut senjata dan menembak anggota Ban...

Lampung, Jenterarakyat.com – Hanya berselang beberapa hari setelah Bripka Arya Supena gugur dalam tugas, pelaku penembakan akhirnya merasakan ujung peluru aparat. Bahroni alias Roni (23) , pria yang tega merebut senjata dan menembak anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung itu, ditemui ajalnya dalam baku tembak dengan polisi di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Jumat (15/5/2026) .

Kabar gembira sekaligus pilu ini pertama kali viral melalui unggahan akun Instagram resmi @subdit3.jatanraslpg. Dalam video singkat yang diunggah pada hari yang sama, tampak sejumlah aparat kepolisian berkumpul rapi mengikuti arahan (briefing). Tidak dijelaskan secara detail apakah video tersebut diambil sebelum atau sesudah kontak senjata terjadi, namun narasi yang dituliskan jelas menggambarkan sebuah titik terang dari pengejaran intensif yang dilakukan selama berhari-hari.

"Bravo resmob Polda Lampung dan Ditintelkam Polda Lampung tuntas sudah," tulis akun tersebut.

Baca Juga
Dari Pedagang Sayur hingga Pekerja Pabrik: Potret Kehidupan di Balik Jendela KA Siliwangi

Dari Pedagang Sayur hingga Pekerja Pabrik: Potret Kehidupan di Balik Jendela KA Siliwangi

Nasional

Proses Penangkapan: Baku Tembak Sedari Pagi

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, secara resmi membenarkan bahwa pelaku utama kasus penembakan terhadap Bripka Arya Supena telah berhasil diringkus. Namun, proses penangkapan itu tidak berjalan mulus.

Helfi menjelaskan, operasi penggerebekan terhadap Bahroni dilaksanakan pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Tim gabungan dari Resmob Polda Lampung dan Ditintelkam yang sudah mengantongi informasi keberadaan buronan langsung bergerak ke lokasi persembunyiannya.

Baca Juga
Jakarta, Tangerang, dan Kalsel Ambruk dalam Sehari: 40 Rumah Rusak, Banjir Setinggi 110 Cm, dan Ribuan Jiwa Mengungsi

Jakarta, Tangerang, dan Kalsel Ambruk dalam Sehari: 40 Rumah Rusak, Banjir Setinggi 110 Cm, dan Ribuan Jiwa Mengungsi

Nasional

"Benar, kasusnya sudah terungkap. Penangkapan terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB," kata Helfi dalam keterangan resminya di Lampung pada Jumat (15/5/2026).

Saat tim melakukan pendekatan dan berupaya mengamankan pelaku, Bahroni menunjukkan perlawanan sengit. Ia mengeluarkan senjata api dan menembaki petugas, memaksa aparat untuk mengambil tindakan tegas dan terukur demi keselamatan publik maupun petugas di lapangan.

"Tim membalas dengan tembakan yang mengakibatkan pelaku terkena timah panas. Saat hendak diamankan, Bahroni melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga terjadi baku tembak," ungkap Helfi.

Baca Juga
Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum: Jaksa Agung Raih Lifetime Achievement Award ke-76

Pemerintahan

Jenazah Pelaku Dievakuasi ke RS Bhayangkara

Dalam insiden baku tembak yang dramatis tersebut, Bahroni dinyatakan tewas di tempat. Setelah situasi dinyatakan kondusif, tim gabungan segera mengevakuasi jenazah pelaku.

"Jenazah pelaku telah dievakuasi tim gabungan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk proses lebih lanjut," tutur Helfi.

Selain mengamankan pelaku (meskipun dalam kondisi meninggal), polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting. Barang bukti tersebut meliputi sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi kejahatan serta senjata api yang kembali ditemukan setelah sebelumnya digunakan untuk merenggut nyawa Bripka Arya Supena.

Kilas Balik: Bripka Arya, Korban Keberanian demi Keamanan Warga

Peristiwa berdarah ini berawal pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Saat itu, Bahroni sedang beraksi mencoba mencuri sepeda motor yang terparkir di depan Toko Yussy Akmal menggunakan kunci letter T. Tanpa diduga, aksinya itu dipergoki oleh Bripka Arya Supena yang kebetulan berada di lokasi.

Alih-alih menyerah, Bahroni memilih melawan. Terjadilah perkelahian antara oknum anggota kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dengan pelaku kriminal. Dalam perkelahian sengit itu, Bahroni berhasil merebut senjata api milik Bripka Arya. Tanpa belas kasihan, ia melepaskan tembakan yang menyebabkan Bripka Arya gugur di tempat.

"Pelaku sempat merebut senjata api korban sebelum akhirnya melakukan penembakan," ungkap Kapolda Helfi Assegaf.

Polda Lampung Bergerak Cepat, Publik Beri Apresiasi

Keguguran Bripka Arya menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Polri. Namun demikian, gerak cepat tim Resmob dan Ditintelkam yang berhasil mengungkap kasus hanya dalam hitungan hari patut diapresiasi.

Warga Lampung dan netizen di media sosial memberikan dukungan penuh. Banyak yang mengapresiasi keberanian polisi yang tidak gentar meskipun pelaku tergolong residivis berbahaya. Postingan @subdit3.jatanraslpg pun dibanjiri komentar dukacita sekaligus rasa bangga.

"Selamat jalan pak Arya. Pelaku sudah ditindak tegas, semoga keluarga diberikan ketabahan," tulis salah satu warganet.

Kesimpulan

Kematian Bahroni di tangan aparat menjadi babak penutup dari luka yang menimpa keluarga besar Bripka Arya Supena. Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan lainnya.

Mediapewarta.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini, khususnya proses pengembangan terhadap kemungkinan adanya jaringan kejahatan lain yang terlibat

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.