Sesar Flores Back-Arc Thrust Aktif Kembali Usai 30 Tahun, Gempa M7,7 Guncang NTT
NUSA TENGGARA TIMUR, Jenterarakyat.com — Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Gempa yang berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust — sebuah sesar naik yang telah "diam" selama hampir tiga dekade sejak gempa besar tahun 1992.
Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan BMKG dan dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan muka laut tidak menunjukkan kenaikan signifikan yang membahayakan.

Korban Tewas 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak
Hingga pembaruan data pada pukul 12.30 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 orang meninggal dunia serta 13 orang mengalami luka, terdiri atas dua korban luka berat dan 11 luka ringan. Korban meninggal tersebar di tiga kabupaten: Kabupaten Manggarai Barat mencatat enam korban jiwa, disusul Manggarai Timur dengan lima korban dan Sikka sebanyak tiga korban.
Data sementara BNPB mencatat 54 rumah mengalami kerusakan berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. BNPB masih melakukan pemeriksaan data bersama BPBD dan unsur terkait sehingga jumlah korban dapat berubah sesuai hasil verifikasi terbaru.
986 Wisatawan Terperangkap di Pulau Padar
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mencekam saat gempa mengguncang Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat. Ratusan wisatawan terlihat terduduk di tanah, berpegangan satu sama lain, sementara pepohonan di sekitar mereka bergoyang hebat.
Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah berhasil dipulangkan dengan selamat ke Labuan Bajo. Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo juga dievakuasi ke titik aman, termasuk kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.

Hotel Rusak dan Festival Dihentikan
BPOLBF mencatat Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan. Seluruh tamu dan karyawan hotel dilaporkan selamat dan telah dipindahkan ke hotel lain yang dinilai aman. Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah. Sejumlah hotel di Labuan Bajo seperti Ayana, Ta'aktana Marriott, dan Crown secara umum masih dalam kondisi aman dengan beberapa retakan ringan.
Seluruh rangkaian Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, dihentikan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan.
Warga Mengungsi ke Gunung
Kepanikan juga melanda warga di Manggarai Barat. Sebuah video memperlihatkan sejumlah warga, yang didominasi perempuan dan anak-anak, berjalan menuju dataran tinggi untuk menyelamatkan diri. Sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan peringatan dini tsunami.
BNPB Kerahkan Bantuan Darurat
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno segera menuju wilayah terdampak. BNPB mengerahkan tim penanganan darurat dan menyiapkan dukungan logistik serta satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan kebutuhan operasional penanganan darurat.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan kerusakan terjadi cukup serius, terutama di wilayah utara Pulau Flores. Pemerintah pusat turut memberikan perhatian serius terhadap bencana ini. Presiden telah memberikan atensi melalui Menteri Sekretaris Negara dan berbagai menteri telah berkomunikasi untuk memastikan dukungan penanganan dapat segera diberikan.
Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan, sehingga jumlah korban berpotensi bertambah.
( Stef )