Rotasi sejumlah perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI)
JAKARTA,Jenterarakyat.com - Rotasi sejumlah perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada HUT ke-81 TNI menjadi sorotan analis politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting.
Selamat menilai perubahan sejumlah posisi strategis tersebut tidak dapat dilihat hanya sebagai mutasi rutin. Ia melihat adanya proses regenerasi dan perubahan komposisi elite TNI di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Dalam diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang tayang Selasa, 6 Oktober 2026, Selamat mengungkap adanya perwira yang menurutnya memiliki irisan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Publik akan melihat untuk sementara orang yang pernah menjadi bagian dari inner circle Presiden Jokowi diparkir dulu,” ujar Selamat.
Ia menyoroti sejumlah pergantian Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), termasuk Pangdam Brawijaya dan Pangdam Diponegoro. Menurut Selamat, pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan lapisan elite TNI.
“Ini bukan sekedar mutasi biasa. Ini adalah pembukaan lapisan baru di dalam elit TNI,” katanya.
Selamat juga mengaitkan perubahan tersebut dengan pesan Prabowo agar sistem promosi TNI lebih mengutamakan prestasi dibandingkan senioritas. Menurut dia, prinsip tersebut menjadi sinyal percepatan regenerasi di tubuh militer.
Ia turut menyoroti latar belakang sejumlah Pangdam baru yang banyak berasal dari Korps Pasukan Khusus (Kopassus). Fenomena itu oleh Selamat disebut sebagai “Kopassus-isasi” dalam desain kepemimpinan TNI.
Di sisi lain, Selamat tidak secara langsung menyatakan bahwa seluruh rotasi tersebut merupakan kebijakan untuk menyingkirkan kelompok tertentu. Penilaiannya mengenai perwira yang memiliki irisan dengan Jokowi merupakan analisis terhadap dinamika elite TNI.
Menurut Selamat, perubahan tersebut menunjukkan Prabowo mulai membentuk komposisi kepemimpinan TNI yang dianggap sesuai dengan visi pemerintahannya, dengan prestasi dan rekam jejak sebagai salah satu dasar promosi.
Stef