Langsung ke konten
Nasional

Pilu Pengakuan Ibu Siswa SD Pemalang yang Tewas Diduga Akibat Bullying: Perut Dipukul, Ditendang Pakai Sepatu

Admin Ozolab, Redaksi Jentera 2 menit baca 62 views
Pilu Pengakuan Ibu Siswa SD Pemalang yang Tewas Diduga Akibat Bullying: Perut Dipukul, Ditendang Pakai Sepatu
Kasus Dugaan Bullying Siswa SD Sampai Meninggal, Plt Bupati Pemalang Akui Korban dan Pelaku Berselisih hingga Terjadi Pemukulan

PEMALANG, Jenterarakyat.com - Dugaan perundungan yang menyebabkan siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Pemalang, berinisial MHAQ (7) meninggal dunia tengah menjadi perhatian publik.

MHQ meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026 lalu dan diduga menjadi korban bullying atau perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya sendiri.

Menurut keterangan polisi, MHAQ sempat mengeluh sakit di bagian perut dan dibawa ke RSUD Ashari oleh orang tuanya sekitar pukul 16.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.00 WIB.

Baca Juga
Wali Kota Malang Apresiasi BRI atas Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Wali Kota Malang Apresiasi BRI atas Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Berita

“Selesai autopsi, anak korban akan diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela dalam keterangan kepada awak media pada Kamis, 1 Oktober 2026.

“Setelah meminta keterangan dari keluarga korban, dilanjutkan autopsi pada jenazah anak korban, untuk mengetahui penyebab kematian anak korban,” imbuhnya.

Polisi juga melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi dan koordinasi dengan instansi terkait.

Baca Juga
Dari Penggilingan Padi ke Perdagangan Beras: Perjalanan UMKM Jenggolo Bersama BRI

Dari Penggilingan Padi ke Perdagangan Beras: Perjalanan UMKM Jenggolo Bersama BRI

Berita

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes membenarkan bahwa ada perselisihan antara korban dengan terduga pelaku.

“Tadi ke sekolahan dan mendapat laporan kronologi kejadian, memang ada perselisihan antara korban dan pelaku, kemudian terjadilah pemukulan,” ujar Nurkholes, dikutip dari keterangan resminya pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Adapun menurut pengakuan ibu korban, Diah Indriyanti, anaknya menerima pukulan dan tendangan dari terduga pelaku.

Baca Juga
Dukungan diberikan melalui layanan Pick Up Service, QRIS BRI, dan fasilitas EDC BRILink.

Dukungan diberikan melalui layanan Pick Up Service, QRIS BRI, dan fasilitas EDC BRILink.

Berita

“Dia (MHAQ) menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, katanya dipukul di perut, ada yang nendang pakai sepatu,” terang Diah.

“Selama sembilan hari yang sering dikeluhkan itu perut, sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis. Korban juga sempat muntah-muntah, BAB berdarah, tak nafsu makan, serta kesulitan buang air besar,” jelasnya.

Mengenai penyelesaian kasus tersebut, polisi menyebut masih dalam tahap penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Stef

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.