Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026
JAKARTA , Jenterarakyat.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Jumat (05/06) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (06/06) pukul 07.00 WIB. Berd...
JAKARTA , Jenterarakyat.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Jumat (05/06) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (06/06) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian hidrometeorologi basah masih terjadi di sejumlah daerah, sementara kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi perhatian di beberapa wilayah yang mulai memasuki musim kemarau.
Kejadian baru pertama terjadi di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (05/06). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa wilayah dan berdampak pada 2.183 kepala keluarga atau 6.860 jiwa, serta mengakibatkan 1.992 unit rumah terdampak.
BPBD bersama seluruh unsur terkait terus berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya pada Jumat (29/05) lalu.
Sumber Foto: BPBD Kabupaten Nagan Raya
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kwala Bekala di Kecamatan Medan Johor; Kelurahan Beringin di Kecamatan Medan Selayang; Kelurahan Aur dan Sei Mati di Kecamatan Medan Maimun; serta Kelurahan Besar di Kecamatan Labuhan. BPBD Kota Medan bersama unsur terkait melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan dan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak. Hingga laporan ini disusun, banjir dilaporkan telah berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan lingkungan.
Masih di Provinsi Sumatera Utara, cuaca ekstrem juga terjadi di Kota Medan pada Jumat (05/06). Kejadian yang melanda Kecamatan Medan Denai tersebut berdampak pada 13 kepala keluarga atau 47 jiwa dan menyebabkan 13 unit rumah terdampak.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Binjai, Harjosari II, dan Medan Tenggara di Kecamatan Medan Denai. BPBD Kota Medan bersama masyarakat dan unsur terkait terus melakukan penanganan serta pendataan di lokasi kejadian. Hingga laporan ini disusun, upaya penanganan masih berlangsung.
Peristiwa bencana berikutnya terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (05/06). Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras disertai petir dan angin kencang mengakibatkan 20 unit rumah mengalami rusak berat serta 20 kepala keluarga terdampak.
Lokasi kejadian meliputi Desa Sei Sijenggi, Melati II, Pematang Sijonam, Jambur Pulau, Cinta Air, Lubuk Cemara, Kelurahan Tualang dan Kota Galuh di Kecamatan Perbaungan, serta Desa Simpang Empat di Kecamatan Sei Rampah. Tim Satgas BPBD Kabupaten Serdang Bedagai masih melakukan penanganan dan asesmen terhadap dampak bencana bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat.
Di Provinsi Sulawesi Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Mamuju pada Jumat (05/06). Kebakaran yang melanda Dusun Lambagu mengakibatkan sekitar 6 hektare lahan terdampak.
Lokasi titik api berada di Desa Sumare, Kecamatan Simboro. BPBD Provinsi Sulawesi Barat bersama BPBD Kabupaten Mamuju dan unsur pemadam kebakaran melakukan pemadaman dan pendataan di lokasi kejadian. Hingga laporan ini disusun, kondisi kebakaran dilaporkan mulai padam.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (05/06). Bencana tersebut berdampak pada 208 kepala keluarga atau 708 jiwa dan menyebabkan 148 unit rumah terdampak yang masih dalam proses pendataan.
Wilayah terdampak meliputi Desa Mulat, Mopu, Bungkudu, dan Potangoan di Kecamatan Bukal. BPBD Kabupaten Buol bersama unsur terkait terus melakukan asesmen dan penanganan di lokasi kejadian. Kondisi mutakhir menunjukkan air mulai surut, meskipun genangan masih terdapat di beberapa rumah dan masyarakat bersama petugas masih melakukan pembersihan lingkungan.
Selain kejadian baru, BNPB juga memantau sejumlah kejadian yang masih berada dalam tahap penanganan dan pengkinian data.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara sejak Minggu (18/05) masih menjadi salah satu perhatian. Hingga saat ini bencana tersebut berdampak pada 3.557 kepala keluarga atau 12.307 jiwa, sementara 110 jiwa masih mengungsi.
Dampak rumah warga yang rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (05/06).
Sumber Foto: BPBD Kabupaten Serdang Bedagai
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih menetapkan status tanggap darurat hingga Selasa (16/06). Meskipun cuaca relatif cerah, hujan deras yang terjadi pada Rabu (04/06) malam meningkatkan debit sungai dan kembali menyebabkan genangan setinggi 10 hingga 40 sentimeter di sejumlah desa dengan enam titik tanggul jebol. Warga sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing, sementara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Dinas Pekerjaan Umum terus melakukan perbaikan darurat tanggul serta distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi salah satu perhatian nasional. Berdasarkan data hingga Jumat (05/06), total luas lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai 15.048,83 hektare. Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak Kamis (13/02) hingga Minggu (30/11).
BNPB terus melakukan pendampingan melalui Kedeputian Bidang Penanganan Darurat. Pada perkembangan terbaru, terdapat penambahan luas lahan terbakar sekitar 1,2 hektare yang masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan di lapangan.
Di Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya juga masih terus dipantau. Hingga Jumat (05/06), luas lahan yang terbakar mencapai 95 hektare. Tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 88 hektare, sementara proses pendinginan dan pemadaman pada titik api yang tersisa masih terus dilakukan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Di sisi lain, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan dan langkah mitigasi, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menghindari aktivitas pembakaran lahan, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan potensi ancaman bencana di wilayahnya.
Kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat seluruh unsur menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, penanganan darurat, dan percepatan pemulihan sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
( stef )
Ditulis oleh
Redaksi Jentera