KAI Sebut Pemotor Tertemper KA Sangkuriang di Jember Nekat Abaikan Peringatan: Jangan Pertaruhkan Nyawa Hanya karena Buru-buru
Jember, Jenterarakyat.com – Kecelakaan antara sepeda motor dengan Kereta Api (KA) Sangkuriang di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 168, Bedadung, Pakuhaji, Kabupaten Jember, menyita perhatian publik. Sebuah video yang diunggah akun Instagram @ra...
Jember, Jenterarakyat.com – Kecelakaan antara sepeda motor dengan Kereta Api (KA) Sangkuriang di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 168, Bedadung, Pakuhaji, Kabupaten Jember, menyita perhatian publik. Sebuah video yang diunggah akun Instagram @railfanssindo pada Kamis (14/5/2026) menunjukkan detik-detik kecelakaan yang menegangkan.
Dalam rekaman tersebut, terlihat pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju perlintasan. Tanpa mengurangi kecepatan sedikit pun, motor tersebut langsung melintas tepat saat KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung sedang melaju. Benturan tak terhindarkan.
"Pengendara diduga kurang waspada, tidak mengurangi kecepatan dan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan tak dijaga," tulis akun @railfanssindo, yang langsung memicu perdebatan sengit di kolom komentar.
Masinis Sudah Beri Peringatan, Tapi Diabaikan
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi. Ia mengungkapkan fakta bahwa masinis KA Sangkuriang tidak tinggal diam. Sebelum kecelakaan terjadi, masinis telah memberikan semboyan 35—isyarat peringatan yang menandakan kereta akan melintas dan seluruh kendaraan wajib berhenti—secara berulang kali.
"Masinis KA Sangkuriang sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, maka kejadian temperan tidak dapat dihindarkan," ujar Cahyo dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).
Insiden itu terjadi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di JPL 168 petak jalan Kotok (KTK) – Arjasa (AJ). Menurut Cahyo, pengendara motor yang melaju dari arah selatan diduga tidak mengurangi kecepatan dan tidak berhenti sejenak sebelum melintasi rel.
Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak
Cahyo juga menjelaskan karakteristik kereta api yang sangat berbeda dengan kendaraan darat lainnya. Kereta api memiliki jarak pengereman yang sangat panjang. Berat rangkaian kereta yang mencapai ratusan ton membuatnya tidak mungkin berhenti mendadak meskipun masinis sudah melakukan pengereman darurat.
"Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru," tegas Cahyo.
KA Sangkuriang Berhenti Luar Biasa
Akibat temperan tersebut, KA Sangkuriang terpaksa melakukan berhenti luar biasa (BLB). Seluruh rangkaian kereta dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan sarana guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sarana, maka pada pukul 17.04 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat," terang Cahyo.
Perlintasan Tak Dijaga, Kewaspadaan Pengguna Jalan Jadi Kunci
JPL 168 merupakan perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu dan tidak dijaga. Di lokasi seperti ini, keselamatan sepenuhnya bergantung pada kewaspadaan pengguna jalan. Tidak ada petugas yang mengatur, tidak ada palang yang menutup secara otomatis. Hanya rambu peringatan dan suara semboyan kereta yang menjadi tanda bahaya.
Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa nyawa tidak bisa ditawar. Satu detik kecerobohan bisa berakibat fatal. KAI berharap masyarakat dapat lebih sadar dan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.
Nasib Pengendara Motor Belum Jelas
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi pengendara motor yang tertemper. Diduga kuat korban mengalami luka serius mengingat kecepatan kereta dan benturan yang sangat keras. Indexindonesia.com akan terus memantau perkembangan insiden ini.
Ditulis oleh
Redaksi Jentera