Langsung ke konten
Nasional

John Herdman Tak Keras Kepala, Adaptasi Taktik Jadi Kunci Indonesia Juara

Redaksi Jentera 2 menit baca 43 views
John Herdman Tak Keras Kepala, Adaptasi Taktik Jadi Kunci Indonesia Juara
Timnas Indonesia merayakan kemenangan setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. (IG/@timnasindonesia)

JAKARTA, Jenterarakyat.com - Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 5 Oktober 2026.

Di balik kemenangan tersebut, perubahan strategi John Herdman menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam analisis pertandingan.

Pengamat sepak bola Bung Binder menilai Herdman menunjukkan perkembangan dalam hal membaca situasi pertandingan. Pelatih asal Inggris itu dinilai berani mengubah pendekatan ketika permainan pemain tertentu tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga
Mandiri Residence Family Camp 2026 Perkuat Kebersamaan Warga

Mandiri Residence Family Camp 2026 Perkuat Kebersamaan Warga

Nasional

Pergantian pemain juga dianggap menjadi bagian dari kemampuan Herdman melakukan in-game management. Keputusan tersebut membuat Indonesia dapat menyesuaikan permainan ketika menghadapi tekanan dan perubahan pola serangan Thailand.

Dalam analisis Hanif Thamrin dan Bung Binder, Indonesia juga menunjukkan fleksibilitas formasi sepanjang pertandingan. Skuad Garuda tidak terpaku pada satu skema ketika situasi pertandingan berubah.

Indonesia memulai pertandingan dengan pendekatan 3-4-3. Memasuki babak kedua, struktur permainan berubah menjadi 3-5-2 untuk memperkuat area tengah sekaligus meredam transisi Thailand.

Baca Juga
Dari Gulma ke Beton Cor: Jejak 4 Bulan Pembangunan Wisata Puncak Srege Ngantang

Dari Gulma ke Beton Cor: Jejak 4 Bulan Pembangunan Wisata Puncak Srege Ngantang

Nasional

Perubahan tersebut menjadi semakin fleksibel pada babak perpanjangan waktu. Indonesia kembali menggunakan struktur yang lebih menyerupai 4-3-3 untuk menyesuaikan kebutuhan permainan.

Bung Binder menilai fleksibilitas tersebut menunjukkan Herdman tidak terpaku pada pemain atau sistem tertentu. Pemain yang tidak tampil optimal dapat diganti demi menjaga kepentingan tim.

“Ini adalah pembuktian bahwa John Hartman tidak keras kepala; dia tidak memiliki ‘anak emas’. Jika pemain tidak perform, dia cepat melakukan perubahan demi kebaikan tim,” ujar Bung Binder seperti yang dikutip dari kanal YouTubenya pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Baca Juga
Ketua Umum Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Pusat, Agus Kliwir

Ketua Umum Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Pusat, Agus Kliwir

Nasional

Indonesia akhirnya mampu bertahan dalam pertandingan yang berlangsung hingga 120 menit.

Setelah skor berakhir 2-2, empat penendang Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas dalam adu penalti.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Bagi Herdman, keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa fleksibilitas taktik dan kedalaman skuad dapat menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Stef

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.