Langsung ke konten
Nasional

Dampak Asap Karhutla Masih Bayangi Warga di Kalimantan: Sekolah Diliburkan, Kasus ISPA Melanda

Redaksi Jentera 3 menit baca 38 views
Dampak Asap Karhutla Masih Bayangi Warga di Kalimantan: Sekolah Diliburkan, Kasus ISPA Melanda
Menyoroti maraknya karhutla yang melanda Kalimantan, ini sejumlah kebijakan atas dampak asap kebakaran di wilayah Kaltim hingga Kalbar. (Instagram.com/@undercover.id)

Kalimantan, Jenterarakyat.com  - Sebagian publik di Tanah Air, tengah ramai menyoroti maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan.

Di tengah upaya penanganan karhutla, sejumlah kebijakan pemerintah setempat pun akhirnya diterbitkan, terkait pendidikan hingga kesehatan warganya.

Terlebih, dampak asap karhutla masih dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan, seperti Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Baca Juga
Wali Kota Malang Apresiasi BRI atas Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Wali Kota Malang Apresiasi BRI atas Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Berita

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud mengatakan, kegiatan belajar mengajar di sekolah masih diliburkan akibat kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," ujar Rudy dikutip dalam keterangannya, pada Rabu, 23 September 2026.

Rudi mengatakan, penanganan karhutla di Kaltim sejauh ini masih terkendali meski terdapat banyak titik panas. 

Baca Juga
Dari Penggilingan Padi ke Perdagangan Beras: Perjalanan UMKM Jenggolo Bersama BRI

Dari Penggilingan Padi ke Perdagangan Beras: Perjalanan UMKM Jenggolo Bersama BRI

Berita

Kondisi tersebut ditangani bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama TNI dan Polri.

"Walaupun titik hotspot-nya paling banyak, tetapi penanganannya berkat kerja sama seluruh Forkopimda, terutama TNI-Polri, semuanya bisa terkendali," sebut Rudi.

Kaltim: Sekolah Diliburkan, MBG Tetap Jalan

Baca Juga
Dukungan diberikan melalui layanan Pick Up Service, QRIS BRI, dan fasilitas EDC BRILink.

Dukungan diberikan melalui layanan Pick Up Service, QRIS BRI, dan fasilitas EDC BRILink.

Berita

Kendati sekolah dliburkan, Rudy memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. 

Ketika ditanya mengenai teknis penyaluran MBG kepada siswa, Rudi mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme di lapangan.

"Kalau yang libur, kalau yang libur tentunya saya enggak tahu persis, ya, teknisnya yang di lapangan kalau untuk MBG ini," ujar Rudy. 

"Tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur, MBG tetap menjadi prioritas," ungkapnya.

Menurutnya, Kaltim tidak termasuk enam provinsi dengan karhutla yang saat ini paling mendominasi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

"Masih ada. Masih ada, tetapi semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, aman terkendali karena masih kemarau untuk di Kaltim," tuturnya.

Meski masih ada asap, Rudi menyebut kondisi udara di Kaltim masih dalam kategori aman.

Kalbar: Sekolah Online, Kasus ISPA Melanda

Secara terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan pihaknya masih memberlakukan sekolah secara daring, imbas kabut asap yang masih pekat imbas karhutla di Kalbar.

Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih menerapkan kebijakan sekolah secara daring untuk tingkat TK, SD, dan SMP.

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik," kata Edi dalam keterangannya pada akhir Agustus 2026 lalu. 

"Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," sambungnya.

Edi menyebut, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit pernapasan, ISPA yang semakin meningkat setiap harinya.

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," bebernya.

Meskipun sejumlah kegiatan diliburkan, Edi memastikan pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan.

"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," terangnya.

"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tandas Edi.

Stef

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.