Langsung ke konten
Adat Dan Budaya

Balik Dolanan Ajak Generasi Muda Lepas dari Gawai dan Kembali Bermain Bersama

2 menit baca
76x dilihat
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Balik Dolanan Ajak Generasi Muda Lepas dari Gawai dan Kembali Bermain Bersama
MALANG, Jenterarakyat.com – Keriangan dan tawa mewarnai malam di Taman Bunga Merjosari, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026). Ratusan warga lintas usia berkumpul untuk mengikuti "Balik Dolanan", sebuah kegiatan bermain bersama yang digagas Kelompok Pr...

MALANG, Jenterarakyat.com – Keriangan dan tawa mewarnai malam di Taman Bunga Merjosari, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026). Ratusan warga lintas usia berkumpul untuk mengikuti "Balik Dolanan", sebuah kegiatan bermain bersama yang digagas Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Komunitas Bermain Malang (KBM).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini mengajak peserta memainkan sejumlah permainan tradisional secara berkelompok, di antaranya lompat tali,  ular naga, Siapa Aku, dan egrang. Suasana hangat tanpa sekat usia terasa sepanjang acara, di mana mahasiswa, anak-anak, hingga orang dewasa bermain bersama.

Baca Juga
Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Promedia Bergeser ke Ciamis, Ganti Asbes Penyebab Rumah Gerah jadi Alduro yang Bikin Nyaman

Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Promedia Bergeser ke Ciamis, Ganti Asbes Penyebab Rumah Gerah jadi Alduro yang Bikin Nyaman

Nasional

Antusiasme Lintas Generasi

Sejumlah mahasiswa mengaku baru pertama kali mencoba beberapa permainan yang dihadirkan, sementara peserta yang lebih dewasa mengaku kembali mengingat masa kecil mereka ketika permainan-permainan tersebut masih menjadi bagian dari keseharian. Permainan egrang menjadi salah satu yang paling menyita perhatian karena menantang keseimbangan dan keberanian para peserta.

Hekmatyar (22), salah satu peserta, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap acara serupa kembali digelar di kemudian hari. "Semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi," ujarnya dengan senyum merekah.

Baca Juga
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Triplek Kuningan, Damkar-TNI Kerahkan Puluhan Personel Padamkan Api

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Triplek Kuningan, Damkar-TNI Kerahkan Puluhan Personel Padamkan Api

Nasional

Sementara itu, Zen (23), yang berhasil memenangkan hadiah permainan tradisional dalam kuis malam itu, menyampaikan terima kasih kepada Wavvy Creative selaku penyelenggara. "Terima kasih sudah dikasih kesempatan menang hadiah ketapelnya," katanya sambil memamerkan hadiah yang didapatnya.

Nilai Edukatif di Balik Permainan

Baca Juga
183 Merchant EDC BRI di Situbondo, Bukti Nyata Dukungan bagi UMKM Naik Kelas

183 Merchant EDC BRI di Situbondo, Bukti Nyata Dukungan bagi UMKM Naik Kelas

Berita

Setiap permainan yang dihadirkan pada malam itu membawa sejarah dan nilai edukatif tersendiri. Lompat tali melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketahanan fisik. Bentengan mengajarkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Ular naga menjadi simbol kebersamaan sekaligus mengajarkan pentingnya saling percaya.

Permainan Siapa Aku dikemas sebagai permainan interaktif yang melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keberanian menyampaikan pendapat. Adapun egrang, permainan berbahan bambu yang dikenal luas di berbagai daerah Indonesia, menuntut keseimbangan tubuh, keberanian, konsentrasi, serta rasa percaya diri.

Hadiah Kuis Bernilai Budaya

Panitia turut mengadakan kuis interaktif berhadiah barang-barang bernilai budaya seperti ketapel, wayang, terjung payung, dan seruling bambu. Pemilihan hadiah tersebut mencerminkan upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda melalui cara yang menyenangkan.

Mengusung big idea "Balik Dolanan", kegiatan ini digagas sebagai respons atas meningkatnya penggunaan gawai sebagai sarana hiburan yang perlahan menggeser interaksi sosial langsung antarwarga. Permainan tradisional dipilih sebagai medium untuk membangun kembali kebersamaan yang mulai memudar tersebut.

Melalui "Balik Dolanan", Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM, Taman Dolan Batu, dan Komunitas Bermain Malang berupaya menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga media membangun karakter, mempererat hubungan sosial, dan menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.

( Stef )

AD 728x90 — Landscape

Artikel Terkait


AD 300x250 Portrait
AD 300x250 Portrait

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.